|
Pengirim: Anna Anita
|
|
Kamis, 05 April 2007 |
Buku ini bercerita tentang pengalaman seorang jurnalis Amerika yang tinggal di Bagdad, dalam kurun waktu setahun sebelum terjadinya perang, ketika Saddam Husein masih bertahta di Irak, sampai setahun setelah perang usai dan ‘insurgency’ di Irak mulai muncul ke permukaan.
The Fall of Baghdad Jon Lee Anderson Penguin Press HC, The (September 23, 2004) 400 halaman
Berbeda dengan buku-buku lain tentang perang Irak yang ditulis oleh personel militer, atau oleh analis politik, atau oleh jurnalis yang tinggal di barak militer – sehingga perspektifnya banyak terbias oleh perspektif personel militer, buku ini menawarkan sudut pandang yang lain sama sekali – sudut pandang warga Irak yang tertimpa akibat langsung dari perang itu sendiri.
Ada cerita mengenai salah satu warga yang dituduh menjadi kaki tangan Saddam (oleh Amerika) karena ia adalah salah satu pegawai kementrian penerangan Irak saat Saddam masih berkuasa. Ada juga cerita dari seorang dokter pribadi Saddam, sehingga kita bisa melihat sekilas salah satu sisi dari kepribadian sang diktator.
Buku ini menarik, karena selama ini, terus terang, saya tidak tahu banyak tentang Irak di bawah Saddam Hussein. Terlalu banyak propaganda dari kedua belah pihak di media sehingga kita tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang asal dibuat untuk menjatuhkan pihak lawan.
Si penulis tinggal selama 2 tahun solid di Irak, setahun sebelum, selama, dan setahun sesudah perang. Account hari perharinya paling paling tidak membuka mata seperti apa sebetulnya tinggal di satu negara yang dikuasai junta militer. Atau seperti apa mencekamnya suasana saat perang hampir dimulai. Dan teror seperti apa yang dirasakan oleh orang-orang saat misiile-misile mulai dilontarkan dan menghujani cakrawala. |