We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
WRM Peduli: Bantuan Melahirkan E-mail
Pengirim: Herlina Sugeha   
Rabu, 13 Juni 2007
 Menjelang siang, suasana kantor yang terletak di bilangan Depok itu sedikit meriah. Pasalnya, ruangan bersekat fiberglass yang penghuninya enam orang karyawati itu kedatangan seorang tamu. Sosoknya tetap enerjik meski sedang menggendong putri kecilnya yang lelap tertidur sambil menjinjing perangkat ‘perangnya’.

Ia adalah Mom Orin, yang dulu pernah menjadi penghuni ruangan itu juga. Namun, sejak kelahiran putrinya itu, ia memutuskan untuk menjadi Stay at Home Mom. Sambil beruluk salam dan menyelesaikan beberapa hal, Mom Orin menghampiri meja kerja saya. Banyak memang yang kami bincangkan. Hingga sampailah pada sebuah topik yang cukup memprihatinkan.

Saya melebarkan tema obrolan siang itu dengan memintanya bercerita lebih jauh kesulitan tetangganya yang sempat dituturkannya di milis kesayangan kita ini. Mba Runi, begitulah ia biasa disapa, adalah tetangga Mom Orin. Meski sedang hamil besar, ia kerap membantu mengasuh dede Malikah, putri bungsu Mom Orin. Hmm...batin saya trenyuh. Saya bertekad untuk mengulurkan tangan entah dengan cara apa. Nantilah dipikirkan. Tak lama memang Mom Orin bertamu. Saya menutup pertemuan itu dengan menitipkan pesan untuk berjumpa dengan Mba Runi dua hari kemudian.
 
Alhmadulillah, sore itu menjadi pertemuan yang membuat saya semakin bersyukur, bahwa berbagi tak pernah membuat kita papa. Justru berbagi membuat kita semakin kaya terutama kaya hati. Karena sejatinya berbagi tak mesti dengan materi, bagi mereka yang sedang menghadapi ujian, cukuplah sejumput hati dengan mau berempati.

Sebelum kami bertatap muka, pertemuan itu diawali dengan acara penjemputan mba Runi oleh Mom Orin di suatu tempat, persisnya saya kurang tahu. Ini adalah cara mba Runi untuk menghilang dari tamu yang ’tidak diundang’ semisal debt collector dan sejenisnya. Alih-alih bersilat lidah malah menambah tekanan psikologis yang tidak baik untuk kehamilannya, lebih baik ia bersembunyi. Duuh….menyedihkan!

Setelah mengatur nafas yang terdengar putus-putus, mulailah mba Runi menceritakan kondisi yang sebenarnya. Kisahnya berawal kurang lebih sekitar empat bulan lalu. Omlay, begitulah sapaan suami mba Runi, tak lagi bisa mengais rejeki sebagai tukang ojeg. Pasalnya motor yang menjadi sarana mencari nafkah itu tak lagi menempati pojok ruang rumah kontrakannya. Entah karena persaingan yang ketat dan kebutuhan lainnya yang lebih mendesak, mereka tak lagi mampu membayar cicilan motor tersebut. Akhirnya motor itu ditarik oleh pihak leasing meski hati keduanya ingin sekali menjerit.

Kenyataan adalah hidup. Dan, selagi nyawa masih melekat di badan mereka harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Jangan berpikir untuk membuat persiapan istimewa bagi sang buah hati yang sebentar lagi menyapa dunia. Untuk sekedar mengetahui jenis kelamin anaknya saja pasangan itu tak punya biaya. Mba Runi memeriksakan diri dan kehamilannya di puskesmas terdekat, itupun tak rutin. Ia berharap Allah menjaga kehamilannya dan melindungi keluarganya dari malapetaka yang tak sanggup mereka memikulnya.

Hari terus berganti, tapi hidangan di meja kerap tak pernah tersaji. Justru mereka semakin mengetatkan ikat pinggang dengan hanya makan sekali atau berpuasa sehari penuh, termasuk anak ketiganya yang berusia tujuh tahun. Kedua bola matanya tak dapat menyembunyikan kecemasan hatinya. Entah apa yang berkecamuk dalam benaknya. Mungkin memikirkan biaya melahirkan yang tak sepeserpun di tangan meski waktunya tinggal menghitung hari. Ia khawatir mimpi buruk itu terulang saat ia tak punya biaya mengantar anaknya ke dokter hingga ajal menjemputnya karena demam berdarah. Atau biaya hidup kedua anaknya—13 dan 10th—yang ia titipkan pada mertuanya yang bekerja sebagai buruh jahit dengan upah yang tak seberapa.

Obrolan terus mengalir. Saya menyimpulkan betapa pasangan ini keras memutar otak untuk melanjutkan hidup demi anak-anaknya. Saat ini sang suami mencari kerja apa saja yang halal, mulai dari buruh, menerima jasa perbaikan barang-barang elektronik sampai dengan menjadi ’ting-teng’ pihak kelurahan untuk mendistribusikan kompor gas murah program pemerintah. Hasilnya, rupiah demi rupiah terkumpul minimal untuk buka puasa istri dan anaknya hari itu. Kalaupun bersisa, itu tak lebih untuk makan dengan menu seadanya yang penting mereka bertiga dapat makan.

Sementara itu, Mba Runi juga tak mau tinggal diam. Meski gerakannya semakin lamban karena kandungannya semakin besar, ia mencoba menerima sedikit upah dengan mengasuh bayi. Kalau memang tak ada orang yang meminta jasanya ini, ia mengambil upah meronce gelang atau kalung yang dikerjakan hampir sepanjang hari namun hasilnya tak seberapa itu. Tapi ini pilihan yang sedikitnya bisa memperpanjang tarikan nafas keluarganya.Ah, hidup ini memang keras! Tapi insya allah selalu saja ada tangan yang terulur diatas.

Rahmat Allah hadir menelusup ke segenap relung hati para dermawan. Mom Orin telah membuka jalan itu dengan curhatnya di Milis ini. Dan, atas kepedulian seluruh Moms, WRM peduli telah menyalurkan sedikit bantuannya untuk Mba Runi dan keluarganya berupa donasi sebesar satu juta rupiah. Alhamdulillah, lagi-lagi lewat Mom Orin donasi itu telah diterima oleh yang bersangkutan.

Memang bantuan itu tak menghapuskan realita yang mereka hadapi dari waktu ke waktu. Namun, sangat berarti bagi mereka untuk kembali mengatur langkah dengan bijak mengisi hari esok. Paling tidak mereka paham bahwa kesendirian tidaklah seakrab yang mereka rasakan dalam menghadapi ujian ini. Mereka tahu bahwa selalu ada orang-orang yang menemani lewat atensi, empati dan mau menyisihkan donasi. Inilah rencana besar Allah kepada hamba-hambanya, bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Tentu hanya bagi mereka yang yakin kasih-sayang Allah meliputi segala sesuatu. Demikianlah cara Allah  menciptakan keharmonisan semesta raya. Subhanallah…

Alamat Mba Runi :
Rt 06/26 No. 61
Kel bakti Jaya
Kec. Sukma Jaya
Depok, Jawa Barat.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sindikasi
Sedang Online
Ada 41 tamu online




Advertisement