We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Menjadi Orangtua Itu Menyenangkan E-mail
Pengirim: Eva Nur Afiati   
Jumat, 15 Agustus 2008

 Para orangtua harus diberitahu bahwa membesarkan anak itu menyenangkan. Karena itu adalah hal yang sebenarnya terjadi. Ungkapan itu diberikan oleh Yoko Sagae pada Judith Kawaguchi, wartawan Japan Times.

Yoko Sagae adalah kepala sekolah sebuah taman kanak-kanak di Tokyo. Ia telah mengasuh lebih dari 1700 anak – dan orang tua mereka- selama 31 tahun keterlibatannya dalam pendidikan anak usia dini.

Banyak hal yang diungkapkan oleh Yoko Sagae. Salah satunya adalah bahwa anak-anak selalu punya alasan untuk menangis. Biasanya perilaku orang dewasa lah yang menyebabkan mereka marah dan terluka. Kita seharusnya mendengarkan lebih banyak dan mengurangi kemarahan.

Ibu kepala sekolah yang disenangi orang-orang di lingkungannya itu juga mengungkapkan bahwa belakangan ini semakin banyak anak-anak yang mencari perhatian orang lain. Anak-anak ini biasanya mudah dikenali saat pertama kali bertemu. Ada saja perbuatan tidak biasa yang mereka lakukan untuk menarik perhatian. Penyebabnya biasanya adalah kekurangan kasih sayang di rumah. Pelukan biasanya akan membantu anak-anak ini untuk kembali merasa nyaman dan rileks.

Menurut Sagae, orangtua harus konsisten dengan peraturan yang mereka miliki. Saat orangtua mengeluh anak-anak tida menuruti perintah mereka, sangat mungkin itu adalah kesalahan orang dewasa. Orangtua sering sekali cepat mengubah kebijakan mereka, tergantung jadwal yang mereka miliki. Anak-anak tidak bisa mengikuti pola ini.

Sagae juga menekankan pentingnya seorang ibu berada di rumah paling tidak hingga anaknya berusia 3 tahun untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Kemampuan merasakan berbagai rasa makanan dipelajari sejak bayi dan akan terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Karena itulah peran penting ibu diperlukan.

Sesuatu yang dipandang sebagai ‘bullying’ terkadang sebenarnya bukan, kata Sagae. Di dunia orang dewasa, saat kita menikmati makan malam dan sedang asyik berbincang-bincang, kita tak ingin ada orang ketiga yang tiba-tiba datang dan terlibat. Tapi kita mengharapkan anak-anak untuk tidak egois, menjadi orang yang sempurna dan selalu mengijinkan anak lain untuk bermain dalam permainan yang mereka lakukan.

Yoko Sagae, yang merasa bersyukur memiliki anak dan suami yang selalu membuatnya merasa muda dan gembira, mengatakan bahwa berada di rumah sama baiknya dengan bepergian. Dunia ini sangat besar, bahkan di dalam rumah. Contohnya, menanam bunga atau menanam kacang, menikmati upacara minum teh, memasak dan merayakan sesuatu adalah kegiatan yang tidak membutuhkan biaya banyak dan sangat mudah dikerjakan. Orangtua sering berasumsi bahwa pergi ski atau mengunjungi ‘theme park’ sangat menyenangkan untuk anak-anak mereka, tapi sebenarnya berbagi hal-hal kecil yang membahagiakan adalah juga sama pentingnya untuk keluarga.

Yoko Sagae mengingatkan bahwa anak-anak tidak memiliki pandangan untuk masa depan mereka. Mereka hanya paham bahwa mereka berada di sini saat ini, dan mereka melakukan semuanya terburu-buru seakan-akan itu adalah sebuah kesempatan terakhir.

**

Disarikan dari artikel Words To Live By, Japan Times.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sindikasi
Sedang Online
Ada 41 tamu online




Advertisement