|
Pengirim: Meidya Derni*
|
|
Sabtu, 15 November 2008 |
|
Sebagai orangtua kita perlu mengetahui bagaimana caranya membangun kemampuan berkomunikasi. Kita perlu tahu bagaimana caranya berbicara dengan anak-anak kita, sehingga mereka mampu bersama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi.
Terkadang saat orangtua berbicara ke anak, ucapan kita membuat anak-anak merasa berhadapan dengan musuhnya. Sehingga semakin kita memaksa semakin mereka menolak. Ucapan orangtua membuat anak-anak tidak mampu bekerjasama dengan orangtuaya.
10 Ucapan Sebagai Pencetus Pertengkaran
1. Perintah. - Lakukan karena saya bilang lakukan.
2. Menyalahkan dan pembenaran. - Bisakah kamu melakukan dengan benar?
3. Sarcasme -Apa yang kamu pakai? Apakah itu baju badut?
4.Ceramah dan Pelajaran Moral - Bagaimana menurut kamu perasaan saya saat masuk dan melihat semuanya berantakan. Pikirkan itu!
5.Generalisasi - Yang bisa kamu lakukan hanya mengeluh!
6. Memamerkan pengorbanan - Setelah apa yang saya lakukan untuk kamu, dan saya tidak mendapat ucapan terima kasih!
7. Mematahkan semangat - Kamu kerjakan ini dan kamu tidak akan mendapatkan apa-apa
8.Menghina dan Mempermalukan -Kamu seperti binatang. Kamar kamu seperti kandang sapi
9.Membandingkan -Kenapa kamu tidak seperti temanmu. Dia mendapatkan nilai bagus di sekolah. 10.Ancaman -Berhenti menangis. Atau saya akan membuatmu benar-benar menangis.
Setelah orangtua mengucapkan kata-kata seperti diatas kepada anak-anak, orangtua merasa bersalah. Keadaaan bukan semakin membaik tetapi malah semakin memburuk. Saat itu kita merasa tidak ada cara untuk mengatasinya. Padahal ada cara untuk menghindari pertengkaran tersebut.
10 Cara menghindari pertengkaran
1. Gambarkan permasalahannya, berikan kesempatan ke anak untuk berpikir apa yang terjadi. “Nak,dapur ini berantakan. Mama tidak bisa masak makan malam di dapur yang kotor.
2. Berikan informasi. Anak lebih mudah focus ke masalah ketika mereka tidak disalahkan. “Piring kotor ke tempat cuci piring. Buku dan tas bawa ke kamar.”
3. Singkat dan jelas. Anak tidak suka diberi penjelasan panjang lebar. Bikin singkat dan simple. “Piring kotor…, buku…, tas..”
4. Berikan pilihan. Terkadang anak-anak merasa tak berdaya. Dengan memberikan pilihan mereka merasa memiliki control.” Kamu bisa mulai dari mencuci piring atau membersihkan lantai. Kamu pilih.”
5. Lakukan sesuatu yang tak terduga. Gunakan humor, hal tersebut dapat mempengaruhi perasaan.
6. Tulis pesan. Terkadang tulisan lebih berpengaruh pada anak. “Dapur kotor. Tidak!”
7. Sampaikan perasaan. Gambarkan perasaan Anda tanpa menyalahkan anak. “Saya kesal sampai rumah melihat dapur berantakan.”
8. Nego. “Saya bawa tas ke kamar. Kamu bersihkan dapurnya.”
9. Ganti suasana. Jika memungkinkan atur tempat untuk membuat situasi lebih baik.” Ok mulai sekarang meja ini hanya untuk menaruh PR.”
10. Minta maaf. Jika kesalahan karena orangtua, bertangungjawablah. “Maaf. Mama tahu mama sudah berjanji menyediakan tempat untuk belajar. Mama lakukan sekarang.” (MD) *Owner http://betterkidz.com |