|
Anak Laki-laki dan Masalah Belajar |
|
|
Pengirim: Nur Eva Afiati
|
|
Sabtu, 15 November 2008 |
|
Tidak baik mengajarkan anak-anak usia di bawah tujuh tahun membaca dan menulis huruf. Begitu ujar Lilian Katz, mantan presiden sebuah organisasi yang peduli dengan pendidikan anak-anak Inggris. Kelihatannya tidak apa-apa di masa sekarang, tapi akan bermasalah di masa depan. Akibat negatif pengajaran ini lebih terlihat pada diri anak laki-laki.
Dunia pendidikan dan pembentukan kurikulum di banyak tempat masa kini lebih mementingkan sisi perempuan. Duduk diam dan mendengarkan penuh konsentrasi adalah sebuah hal yang sangat dianjurkan di dalam kelas. Banyak sekolah mengurangi jam pelajaran olahraga. Sama halnya juga, mengurangi lama waktu istirahat supaya anak-anak bisa banyak belajar untuk meningkatkan nilai tesnya. Belum lagi, ada sekolah yang kekurangan lapangan olahraga karena minimnya tempat.
Bergerak dan bergerak. Hal yang penting dan banyak dilakukan anak-anak. Belum diperoleh statistik secara pasti, tapi kemungkinan besar anak laki-laki lebih senang bergerak ke sana ke mari dalam kegiatan sehari-harinya. Dan dengan gerakan aktif secara fisik itu otak mereka distimulasi untuk menerima pelajaran dengan lebih baik.
Masalah lain yang muncul adalah dalam hal pemilihan bacaan di sekolah. Contoh berikut memang diambil dari kejadian di Amerika. Berapa banyak anak laki-laki yang tertarik membaca Little House on The Prairie? Saran seorang pakar parenting, biarkan anak-anak membaca apa yang ingin dia baca. Bacaan olahraga kah, tentang otomotif, atau tentang sejarah peperangan. Libatkan pula sang ayah dalam hal ini. Upayakan waktu berkualitas ayah dan anak dengan membaca buku yang sama-sama diminati berdua. Dan saran yang cukup penting lainnya adalah, biarkan ia bergerak dan bergerak. |