We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Baik dan Bijak arrow Fast, Faster, Fastest
Fast, Faster, Fastest E-mail
Pengirim: Eva Nur Afiati   
Kamis, 15 Januari 2009

 Berapa kecepatan tertinggi yang pernah dicapai sebuah shinkansen? Dalam sebuah percobaan di tahun 2003, kecepatan tertinggi yang pernah tercatat adalah 581 km per jam. Teknologi yang dipakai berbeda dengan yang sekarang diterapkan. Menggunakan kekuatan magnet yang kuat, shinkansen tak memerlukan bantuan roda saat mencapai kecepatan tertentu.

Bukan berarti shinkansen jenis ini tak memiliki roda. Tapi rodanya akan masuk ke dalam, mirip roda pesawat yang naik saat sudah mencapai ketinggian tertentu usai tinggal landas. Dan sisa perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kekuatan magnet yang kuat itu.

Keren.
Jika shinkansen ini sudah menjelma menjadi kendaraan yang boleh mengangkut penumpang, perjalanan Osaka – Tokyo akan lebih cepat dari biasanya. Kemungkinan akan dicapai dalam waktu kurang dari dua jam. Nozomi 100 Tipe N700 yang baru diresmikan Juli 2007 kecepatan maksimumnya 300 km/jam. N700 mampu menghubungkan Tokyo – Osaka dalam waktu tempuh maksimum 2 jam 25 menit. Tokyo – Hakata akan ditempuh dalam waktu 4 jam 50 menit.

Kereta ini memang masih dalam tahap percobaan. Para peneliti kabarnya masih berusaha menyempurnakan teknologinya. Begitu pun, masih perlu persetujuan dari pemerintah untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Pembangunan rel yang berbeda dengan yang biasa akan memakan dana yang besar.

Karena belum pernah naik shinkansen, saya hanya bisa membayangkan betapa cepatnya kereta ini melaju. Dan perjalanan tak bisa lagi dinikmati. Pohon di pinggir rel, bangunan-bangunan di setiap tempat yang dilewati, mobil-mobil yang lalu lalang di jalan. Bagaimana caranya menikmati perjalanan jika apa yang dilihat di luar hanya bisa diperhatikan dalam sekejap mata?

Oh, naik saja mobil kalau begitu. Bisa menikmati pemandangan dalam waktu yang cukup. Kalau demikian, naik pesawat lebih cepat sampai ke tujuan bukan? Tokyo – Fukuoka bisa dicapai hanya dalam waktu dua jam saja. Jadi persoalannya memang tidak terbatas hanya karena ingin menikmati perjalanan atau sebaliknya, ingin cepat sampai ke tempat tujuan.

Kecepatan 581 km/jam.. Ini membuat penjelasan soal isra mi’raj jadi lebih mudah dipahami di jaman yang serba cepat seperti sekarang ini ya?

Entah ada hubungan atau tidak. Yang terpatri dalam benak adalah sebuah pertanyaan. Tak bisakah kita menikmati hidup dengan cara yang lebih sederhana?
 

 
Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement