We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kecantikan Buatan dan Sebuah Jaminan
Kecantikan Buatan dan Sebuah Jaminan E-mail
Pengirim: Dian Yustisia   
Rabu, 01 April 2009

 Di televisi saat ini sedang diputar sebuah acara berjudul Dr. 90210. Bukan soal sekumpulan anak-anak remaja yang kita tahu dulu, tapi tentang sebuah acara mengenai praktek dokter-dokter plastik di sekitar Beverly Hills. Sebuah kenyataan yang sangat merebak sekarang di Amerika Serikat bagaimana orang berlomba-lomba memoles dan menyumpal tubuh dan wajah mereka demi kecantikan.

Meskipun saat beberapa tahun lalu mungkin hanya kaum hawa saja yang tertarik meletakkan bagian wajah atau tubuhnya di bawah pisau operasi, saat ini kaum pria pun turut pula meramaikan dunia operasi plastik.

Kecantikan semestinya datang dari dalam diri kita, dengan kata lain "the inner beauty". Tapi kecantikan hati dan sikap tidak menjamin seseorang bisa maju dalam karirnya atau dilirik lawan jenis. Seorang Jenny, yang tadi saya saksikan menjalani operasi pembesaran payudara (augmentation) adalah seorang pembawa acara di Playboy tv. Yah, mungkin pekerjaannya menuntut dia untuk berpenampilan "sempurna" seperti yang diidamkan oleh para pria umumnya. Jenny mesti menjalani operasi tersebut selama beberapa jam layaknya sebuah operasi besar. Sebab sang dokter yang bertanggung jawab ini, tidak mau meninggalkan kesan yang buruk pada payudara Jenny. Sehingga dia menjahit satu demi satu otot-otot dan jaringan-jaringan pada payudara Jenny. Hasilnya, selain sakit yang luar biasa, Jenny yang bertubuh kurus itu (kira-kira ukuran aslinya 34A), disulap menjadi 34 double D. Wow, menakjubkan sekali, sehingga dengan bangganya sesudah 10 hari dari operasinya, dia pamerkan payudaranya untuk khalayak penonton acaranya.

Lain dengan Bruce (sebut saja begitu), seorang laki-laki berusia 27 tahun yang merasa kakinya bagaikan ceker ayam alias kerempeng tanpa bentuk. Datanglah dia ke seorang dokter plastik untuk meminta betisnya diisi. Ya, laki-laki pun ingin kelihatan gagah dan tampan di depan lawan jenisnya. Penampilan itu penting, bagi beberapa orang tentunya, dan yang mendorong mereka untuk mencari segala upaya guna mendapatkan kesempurnaan penampilan itu. Bruce adalah seorang laki-laki tampan dan gagah. Sayangnya saja, dia kurang PD dengan penampilan kakinya itu. Akhirnya Bruce pun menjalani operasi pengisian betis supaya kelihatan lebih gagah dengan silicone. Bedanya dengan operasi payudara, Bruce harus menjalani terapi jalan guna melatih otot-otot kakinya yang butuh beberapa minggu untuk pulih.

Cerita tentang Jenny dan Bruce cuma sedikit contoh tentang praktek operasi plastik di Amerika Serikat. Kalau anda sedang berada di antrian kasir di supermarket dan sambil lalu membaca sebuah majalah, bisa dipastikan salah satunya adalah iklan tentang operasi plastik. "For only $1500 you' ll get beautiful breasts" begitu bunyi sebuah iklan. Bukan cuma itu saja yang ditawarkan iklan-iklan itu, dari mulai pembentukan alis, pembetulan hidung, merubah bentuk bibir, pembesaran payudara, menjadikan dada lebih bidang, meluruskan kulit keriput, sampai menjadikan seorang wanita menjadi perawan lagi. Anda bisa memilih mana yang anda suka. Seperti saja seorang laki-laki muda yang kalau menurut saya malas untuk olah raga membentuk badannya dan mencari jalan pintas untuk membentuk dada yang bidang dan berotot. Datanglah ia ke seorang dokter plastik untuk dioperasi bagian dadanya. Layaknya operasi payudara, dadanya pun disumpal silicone dan 'ta da..' betapa gagahnya dia sesudah itu.

Banyak alasan orang-orang melakukan operasi plastik. Si A berusaha menjadi lebih tinggi supaya bisa bagus karirnya, si B merubah bentuk hidungnya yang betet itu supaya tidak kelihatan angker, si C tidak mau lihatan tua sehingga menjalani operasi penarikan kulit di sana-sini, atau si D yang mau perutnya kembali rata dan melakukan sedot lemak. Dari sekian banyak alasan muaranya ternyata cuma satu sebuah penampilan yang sempurna. Dengan menjadi lebih indah dari sebelumnya, seseorang berpendapat dia lebih percaya diri. Dan untuk beberapa orang, akan ada jaminan masa depan yang lebih cerah. Layaknya si bebek buruk rupa yang menjelma menjadi angsa cantik jelita, seorang gadis yang kurang PD untuk berkaca, sekarang bisa menjadi pusat para kumbang. Dan yang paling mengejutkan, keinginan untuk melakukan operasi plastik ini justru paling banyak sekarang dijalani oleh wanita remaja sekitar umur 15 - 18 tahun. Jangan heran kalau di sini, hadiah ulang tahun ke-18 itu berupa operasi plastik membesarkan payudara. Hal itu sedang "booming" di sini.

Kepercayaan diri adalah hal utama bagi seseorang, karena bisa membantu dirinya mendapatkan penghidupan yang lebih baik, mendapatkan kawan-kawan yang lebih asyik dan mungkin juga pasangan yang ideal. Tapi apakah perlu sampai sedrastis itu seorang wanita muda, sebut saja Leah, yang meminta hadiah ultah berupa operasi pembesaran payudara. Menurutnya, dengan pembesaran payudara dia merasa lebih PD dan cantik. Lagipula, tambahnya, kalau dihadiahkan mobil, bisa jadi tidak "up to date" begitu lewat musimnya. Dan kalau hadiahnya berupa uang atau barang-barang lain, bisa habis. Sedangkan dengan payudara barunya itu, hadiahnya bisa dia rasakan selamanya. Tidakkah terpikir oleh Leah, laki-laki macam apa yang cuma mengejar payudaranya saja? Apakah itu jaminan seseorang yang ideal? Ketika dia ditanya kemungkinan perubahan payudaranya saat dia punya anak nanti, jawabnya, masih lama saat itu tiba. Padahal salah satu bahaya yang menjadi perhatian para dokter sekarang adalah betapa mudanya wanita-wanita ini melakukan operasi plastik. Tubuh mereka masih akan terus berkembang dan perubahan demi perubahan masih akan datang.

Kecantikan kita berbeda karena Yang Kuasa menciptakannya demikian. Kalau misalkan ada sedikit cacat atau halangan karena perbedaan itu, mungkin boleh-boleh saja melakukan operasi plastik. Tapi saya sendiri sewaktu sepupu saya menyarankan sedot lemak guna meratakan perut sesudah melahirkan kok ngeri. Saya lebih suka ikutan gym dan babak-belur melatih otot-otot perut saya supaya rata lagi. Beberapa orang yang merasa kurang puas akan penampilannya sebenarnya juga salah dari masyarakat itu sendiri yang menciptakan sosok wanita & pria yang sempurna. Lihat saja contohnya di film-film, majalah bahkan sampai komik. Apa ada anda temukan seorang jagoan yang kurus-kerempeng atau berwajah biasa-biasa saja, atau bertubuh bulat dan sosok wanitanya yang rata dan biasa juga? Tidak pernah saya rasa. Anda melihat sebuah tubuh molek bak biola dengan payudara yang ranum, pinggang kecil dan bagian belakang yang aduhai. Atau sosok laki-laki yang dadanya kotak-kotak (six pack abs), bahu bidang, tangan kekar berotot, sungguh menawan. Karena kecantikan itu menjual sebuah produk dan di dunia ekonomi, semakin cantik/tampan, semakin larislah produk itu. Kalau sudah begini, kenyataan merebaknya praktek operasi plastik semestinya juga jadi bagian dari masyarakat modern dan tidak perlu membuat kita geleng-geleng kepala lagi. Kita tinggal menarik nafas dalam-dalam, berkaca dan mematut diri sendiri: Bagaimana penampilan anda hari ini, cukup memuaskan hati?

D. Yustisia

 
Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement