We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Anak Belajar Berjalan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 18 Oktober 2005

Alat apa yang dapat digunakan anak untuk belajar berjalan?

Beberapa alternatif alat yang dapat digunakan adalah:

- baby walker (lepas dari pro dan kontra yang ada)
- kursi plastik besar yang digunakan sebagai pegangan untuk 'mendorong-dorong'
- 'titah' ujung jari
- activity walker dimana sekaligus ada pegangan, mainan dan musik.
- activitiy table
- seluruh barang-barang yang ada di rumah dan bersifat menetap (meja, bangku dll)

Benar tidak sih baby walker tidak baik digunakan?

Memang ada beberapa pendapat yang mengatakan demikian. Pihak yang kontra terhadap penggunaan baby walker biasanya mengatakan bahwa hal tersebut tidak baik bagi 'hips' bayi.

Selain itu pemakaian baby walker juga dapat membuat si kecil malas berusaha untuk berjalan sendiri.

Faktor keamanan apa saja yang harus diperhatikan saat anak sedang belajar berjalan?

Yang terpenting adalah penciptaan rumah yang aman. Aman di sini berarti barang barang yang kiranya membahayakan si kecil (misal taplak, barang barang pecah belah dll) hendaknya disingkirkan dari area belajar berjalan.

Pengawasan 'melekat' juga perlu dilakukan tanpa membuat sang anak takut dan kaget. Jadi bila si kecil jatuh, sebisa mungkin orang tua jangan ikut ikutan kaget, namun biarkan sang anak berusaha untuk bangkit sendiri.

Lalu, agar anak dapat 'cepat' berdiri, apa ya trik trik yang dapat digunakan?

Taruh di boks yang aman dan biarkan si kecil mengeksplorasi sekelilingnya. Seorang anak yang serba ingin tahu umumnya akan tertarik untuk mengetahui dunia yang terjadi di luar boksnya.

Di awali dengan mencoba berdiri di pinggir boks, kemudian bila sudah mantap pijakannya biasanya akan dilanjutkan dengan acara eksplorasi 'merambat'.

Memberikan reaksi positif atas usaha yang dilakukan si kecil juga amat penting dilakukan agar ia makin termotivasi. Terpenting: jangan paksa si kecil untuk melakukan semua hal di atas bila ia masih belum berminat melakukannya!. (DaI/WRM).

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement